Setelah umrah mandiri diperbolehkan, kini banyak keluarga yang memilih umrah mandiri bersama anak-anak dibandingkan menggunakan bantuan travel, salah satunya karena pertimbangan biaya.
Umroh mandiri juga sering dianggap lebih hemat karena orang dewasa bisa berbagi kamar dengan anak-anak. Berbeda dengan perjalanan bersama travel, di mana anak biasanya tetap dikenakan biaya seperti orang dewasa.
Tapi, apakah benar seperti itu? Kita akan bahas bagaimana kondisi sesungguhnya dilapangan, khususnya setelah peraturan terbaru tentang visa umroh yang mewajibkan approval pesanan dari hotel untuk terbitnya visa umrah.
Aturan baru pemesanan kamar hotel untuk apply visa
Mulai musim umrah tahun 1447 H (dan berlaku sampai sekarang) terdapat peraturan baru untuk penerbitan visa umrah yang berkaitan dengan akomodasi hotel yang digunakan jamaah.
Dalam aturan baru ini, hotel yang akan digunakan oleh jamaah umrah harus melalui proses agreement (persetujuaan) oleh pihak manajemen hotel terlebih dahulu melalui sistem Nusuk.
Di dalam agreement ini, akan ada beberapa informasi seperti nama hotel, tanggal masa inap, tipe kamar, kapasitas kamar dan jumlah orang yang mengajukan visa. Dibawah ini adalah contoh agreement.
Agreement ini dibuat oleh provider visa (berdasarkan bukti booking jamaah). Pihak hotel harus menyetujui (approve) agreement (yang diidentifikasi dengan sebuah nomor) melalui sistem Nusuk agar proses pengajuan visa umrah bisa di lanjutkan.
Lebih lanjut tentang peraturan hotel ini bisa dibaca di tulisan saya tentang peraturan pemesan hotel untuk apply visa umrah.
Banyak provider visa yang menyederhanakan ketentuan ini dengan kalimat yang mudah dipahami orang awam, yaitu 1 jamaah wajib memiliki 1 tempat tidur (bed). Meskipun terkadang di beberapa hotel peraturan ini bisa fleksibel, khususnya untuk anak-anak.
Menginap bersama anak-anak dalam satu kamar
Lalu bagaimana dengan tamu anak-anak selama di umrah di Mekkah dan Madinah? Apakah anak kecil diperbolehkan menginap secara gratis atau akan dihitung sama seperti orang dewasa didalam kamar?
Menurut pengalaman saya dalam membantu proses approval untuk hotel di Mekkah dan Madinah, boleh atau tidaknya anak-anak menginap secara gratis itu sangat tergantung kebijakan hotel dimana kamu tinggal.
Ada hotel yang memperbolehkan anak menginap secara gratis, ada juga yang menghitung anak-anak sebagai orang dewasa. Kebijakan ini juga ditentukan oleh umur dari anak-anak yang akan ikut menginap.
Contohnya di Hotel Pullman ZamZam Makkah, hotel di kompleks Clock Tower ini memperbolehkan maksimal 2 orang anak sampai dengan usia 12 tahun untuk menginap secara gratis di dalam kamar yang sama dengan orang tua.
Apakah aman untuk approval Nusuk?
Banyak yang bertanya ke saya, apakah memesan kamar yang digunakan bersama anak (yang menginap gratis) akan mengalami kendala nantinya untuk approval nusuk untuk keperluan pengajuan visa umrah?
Jawaban saya, Insyallah tidak ada masalah, asalkan jumlah tamu dan anak-anak sesuai dengan kebijakan hotel. Singkatnya, jumlah anak tertulis dalam bukti booking (yang di dapatkan dari platform pemesanan hotel online) dan tercatat di sistem reservasi hotel.
Untuk lebih memahami, saya akan coba tunjukkan contoh dari approval hotel dari salah satu grup keluarga yang terdiri dari 2 orang tua dan seorang anak kecil (dibawah 6 tahun).
Keluarga ini menginap di hotel Jabal Omar Hyatt Regency Makkah dengan tipe Twin Room dengan dua beds, dengan jumlah tamu yang tertulis: 2 adults, 1 child.

Dari bukti bukti booking itu, kemudian provider visa akan membuatkan agreement di sistem nusuk, menghubungi pihak hotel untuk meminta approval dengan menyertakan nomor agreement.
Hasilnya, setelah di verifikasi oleh hotel, akhirnya status agreement menjadi Approved. Ini karena pesanan telah terkonfirmasi dan jumlah tamu dewasa dan anak-anak sesuai kapasitas kamar yang dipesan.

Jika agreement hotel telah approved artinya proses visa umrah sudah bisa dilanjutkan ke proses input data dan penerbitan.
Tips
Berencana umroh mandiri tapi masih bingung cara pengajuan visa, booking hotel, transportasi atau lainnya? Tenang! Kamu bisa mulai dengan tanya-tanya langsung ke kami, Gratis!!. Hubungi kami via Whatsapp atau melalui Instagram resmi kami.
Penggunaan BRN Hotel untuk menginap dengan anak
Untuk yang belum tahu apa itu BRN Hotel, bisa baca penjelasan saya lebih lengkap di tulisan saya tentang penggunaan BRN untuk approval agreement hotel.
BRN ini sering juga dimanfaatkan oleh keluarga yang ingin menginap dengan anak kecil tapi tidak ingin pisah kamar. Berikut beberapa case alasan penggunaan BRN hotel untuk jamaah yang bepergian dengan anak kecil:
- Terlanjur memesan kamar hotel (non-refundable) dan lupa memasukkan anak-anak dalam pesanan. Karena jika pesanan dibatalkan maka uang yang dibayarkan akan hangus.
- Kehabisan atau tidak menemukan tipe kamar di sebuah hotel yang bisa mengakomodasi semua anak yang akan menginap, contohnya 3 orang anak kecil di kamar yang sama.
- Harga tipe kamar yang bisa mengakomodir seluruh aggota keluarga sangat tinggi. Ini biasanya untuk mereka yang ingin tinggal bersama 3 orang anak atau lebih, karena saat akan memesan akan diberikan pilihan tipe kamar yang mahal seperti Family Room atau Junior Suite.
Dengan penggunaan BRN hotel maka semua masalah di contoh case diatas bisa diatasi dan visa umrah bisa di proses untuk penerbitan.
Namun perlu diingat, meskipun memakai BRN hotel, sebaiknya jamaah melakukan riset atau bertanya lebih dahulu tentang policy hotel mengenai jumlah dan usia maksimal anak yang bisa menginap secara gratis di tipe kamar yang ingin dipesan.
Walaupun hotel biasanya tidak memeriksa secara detail jumlah anak yang menginap saat check-in, bukan berarti kita boleh mengabaikan kebijakan mereka. Mengingat ini adalah perjalanan ibadah, sebaiknya kita tetap mematuhi aturan hotel tentang jumlah tamu dan tidak mengambil hak yang bukan semestinya, agar perjalanan dijalankan dengan penuh kejujuran dan keberkahan.
Kesimpulan
- Menginap bersama anak-anak di kamar yang sama saat umrah pada dasarnya memungkinkan, namun ketentuannya sangat bergantung pada kebijakan masing-masing hotel. Sejak diberlakukannya aturan approval hotel melalui sistem Nusuk, jumlah tamu dan tipe kamar menjadi semakin penting untuk diperhatikan saat booking kamar.
- Jika menghadapi kendala seperti kapasitas kamar atau kesalahan pemesanan, penggunaan BRN hotel dapat menjadi salah satu solusi yang paling mudah dan cepat.
- Jujur kepada hotel mengenai jumlah tamu berarti menghormati hak pihak hotel dimana kita akan menginap saat di Mekkah/Madinah. Hal ini bisa menjadi bagian dari menjaga nilai-nilai ibadah agar perjalanan umrah dapat dijalankan dengan lebih tenang, tertib, dan penuh keberkahan.







